Warga Diminta Tidak Buang Sampah di Saluran Irigasi

by -81 views
Camat Seginim, Thri Zonarti, didampingi Kades Muara Pulutan, Gunlisdi melakukan peletakan batu pertama pembutan saluran irigasi tersier desa, beberapa empat lalu. KIRI:: Kondisi progres pengerjaan 60 persen.

BENGKULU SELATAN | KEJORATIMES.COM Warga Desa Muara Pulutan, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, dihimbau segera menghentikan kebiasaan membuang sampah di saluran irigasi tersier.

Himbauan itu disampaikan Kepala Desa (Kades) setempat, Gunlisdi, usai meninjau hasil pengerjaan 311 meter saluran irigasi yang dibiayai Dana Desa (DD) tahun 2019.

“Tiga tahun belakangan, airnya meluap, juga karena saluran tersumbat sampah dari hulu dan pemukiman di sekitar. Dengan sekarang sudah kita bangun demi mencegah banjir dan memberikan nilai manfaat bagi kawasan pemukiman dan puluhan hektar sawah yang dilewatinya, mudah-mudahan masyarakat tidak membuatnya sia-sia dengan tetap membuang sampah di saluran irigasi,” ungkapnya, Senin (4/11/2019) siang.

Hal senada diutarakan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Nero Teguh Putra. Menurutnya, total panjang saluran irigasi tersier —melewati kawasan pemukiman penduduk— menuju Sungai Ayik Nelengau itu sekitar 1000 meter.

Bagian paling hulu, persimpangan dengan irigasi sekunder, pernah dibangun kelompok tani menggunakan dana bantuan pemerintah daerah. Dilanjutkan sedikit bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) VII yang kini telah hancur dan harus direhab total.

Baca Juga: Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar

Setelah mengajukan bantuan lanjutan selama tiga tahun anggaran berturut-turut dan belum direspon, Pemerintah Desa Muara Pulutan menganggarkan rehab total dan pembuatan saluran irigasi baru dalam APBDes 2019, itupun masih menyisakan sekitar 300 meter belum teranggarkan.

Nero berharap, tahun-tahun berikutnya pembuatan saluran irigasi itu bisa dilanjutkan bertahap hingga tuntas. “Nah, di masa-masa sebelum itu (penuntasan hingga Ayik Nelengau-red) resiko banjir di sawah paling hilir tetap saja tinggi kalau sampah-sampah menumpuk di situ. Jadi, mari kita pupuk kesadaran bersama tidak membuang sampah di saluran irigasi ini,” ajaknya.[alf]