Pencairan DD Berubah, DPMD Makin Garang

by -29 views
Kawal Dana Desa
Ilustrasi Kawal Dana Desa

BENGKULU SELATAN | KEJORATIMES.COM Perubahan skema/prosentase pencairan Dana Desa (DD) mulai tahun anggaran 2020, memotivasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tingkat pengawasan desa-desa berpotensi bermasalah.

Kepala DPMD Hamdan Syarbaini Sos MSi mengaku, perubahan prosentase pencairan DD dari 20-40-40 menjadi 40-40-20 tentu akan mengundang konsekuensi kerja tersendiri, baik bagi pemerintah daerah, maupun bagi pemerintah desa sebagai penerima dan pengguna anggaran.

Sementara, peluang oknum kepala desa dan/atau oknum perangkat “bermain” tetap terbuka lebar, sehingga peran DPMD memonotor seluruh kegiatan pembangunan desa —fisik dan nonfisik— harus tetap ditingkatkan. “Mulai tahun 2020 ini, pencairan (dana desa-red) 40 persen di tahap pertama, tahap kedua juga 40 persen, sisanya di tahap ketiga. Tentunya, monitoring tetap dilakukan, bahkan ditingkatkan. DPMD takkan segan-segan menegur sampai menindak setiap penyelewengan,” ujarnya, Jum’at (17/1/2020) kemarin.

Menurut Hamdan, perubahan prosentase pencairan bertujuan mempermudah pemerintah desa merealisasikan program pembangunan sejak awal tahun anggaran, tidak menumpuk di awal semester kedua hingga penghujung tahun.

“Jadi, kemudahan ini jangan disalahartikan, apalagi disalahgunakan. Kita kawal bersama, agar DD benar-benar termanfaatkan maksimal untuk pembangunan desa. Pemerintah desa pun harus menyesuaikan pola pencairan ini dengan program masing-masing,” tutupnya.[and]