Gelontorkan Rp50 Juta per Tahun demi Bidan Desa

by -72 views
Kades Padang Lebar (tengah) mendampingi Camat dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Seginim meninjau kondisi Polindes, September lalu.

BENGKULU SELATAN | KEJORATIMES.COM Pemerintah Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, memastikan siap merogoh kocek lebih dalam demi keberadaan bidan 24 jam di desa mereka.

Kepala desa setempat, Diharman mengatakan, keberadaan tenaga kesehatan di Padang Lebar merupakan kebutuhan urgen masyarakat. Berdasarkan Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes), telah diputuskan pengalokasian Dana Desa (DD) mulai tahun anggaran 2020 untuk pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes), obat-obatan dasar dan insentif bidan desa.

“Disadari bahwa honor dari pemerintah daerah hanya sekedarnya, maka bagi satu bidan yang siap bertugas 24 jam di sini kami siapkan tambahan sepantasnya,” ungkapnya saat ditemui KejoraTimes.com di kantor desa, Selasa (5/11/2019) siang.

Meski RKPDes 2020 masih dalam tahap penggodokan lebih lanjut, Dihar memperkirakan insentif bidan ter-cover dalam APBDes minimal Rp2 juta per bulan, atau sekitar Rp50 juta include Alkes dan obat-obatan umum.

“Belakangan memang ada bidan dari desa tetangga (Muara Danau-red) yang sering dimintai bantuan sukarela ke sini. Tapi berikutnya masyarakat minta bidan yang bisa standby 24 jam, mengingat di desa terpencil seperti ini akan menyulitkan penanganan medis di waktu tertentu (malam hari-red),” paparnya.

Menindaklanjuti hal ini, Dihar berencana akan segera berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan, agar instansi tersebut bisa menyiapkan tenaga bidan sesuai kualifikasi dibutuhkan. “Secepatnya, mungkin dalam satu-dua minggu ini kami sudah ajukan proposal ke Dinkes,” tukasnya.

Baca Juga: Warga Diminta Tidak Buang Sampah di Saluran Irigasi

Sekitar dua pekan sebelum melepas jabatan Kepala Dinkes, Moh Redhwan Arif MPH secara khusus berpesan, peran aktif pemerintahan desa memotivasi bidan dan tenaga kesehatan lainnya bertugas di desa mereka —khususnya terpencil— secara menetap sangat dibutuhkan, terutama terkait jaminan keamanan dan dukungan insentif dari DD.

“Sebaiknya dibantu juga anggarannya. Kalau desa menyiapkan (insentif-red), dinas juga pasti siap mengirim tenaga ke sana,” pungkasnya.[kum]