Elektabilitas Melejit, Kroni Lama Bowo Rapatkan Barisan

by -494 views
Rio Ari Wibowo (kiri) bersama Edwien Alfha.

BENGKULU SELATAN | KEJORATIMES.COM Tidak bisa dinafikan, selain pengaruh nama besar Reskan Effendi Awaludin, Rio Ari Wibowo juga memiliki nilai jual tersendiri di tengah masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Nama ini baru kita ‘jual’ 10 hari terakhir, tapi daya keterpilihannya sudah melampaui elektabilitas para kandidat lain yang sudah curi start 6-7 bulan lebih awal. Bowo akan bisa menarik empati mayoritas kalau pada saatnya nanti bisa turun langsung ke lapangan,” ujar Edwien Alfha SH, Kamis (26/12/2019) sore.

Anggota DPRD Bengkulu Selatan dari Partai Gerindra ini yakin Bowo akan mampu mendominasi perolehan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dan melanjutkan kembali cita-cita ayahandanya, Reskan, yang sempat tertunda satu periode pemerintahan.

Ucapan sahabat karib Bowo sejak masa kecil ini tentu punya dasar konkret. Dia melihat mulai goyahnya formasi tim relawan beberapa kandidat kompetitor akibat berbalik arah ke barisan putera sulung Mantan Bupati Bengkulu Selatan periode 2010-2015 tersebut.

“Begitulah. Mereka datang tidak diundang, sukarela sesuai pilihan nurani masing-masing. Kita sambut sehangat dulu. Tentunya, ini penghargaan besar bagi saya dan takkan disia-siakan,” timpal Bowo saat dikonfirmasi Kamis malam.

Pantauan KejoraTimes.com di lapangan, kemunculan Rio Ari Wibowo berpengaruh buruk terhadap sedikitnya tiga bakal calon bupati (Budiman Ismaun, Hartawan dan Yogi), serta kubu petahana Gusnan Mulyadi sendiri.

Internal Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, semula mayoritas berpaling dari petahana ke Hartawan, kini mulai bergeser sebagian ke Bowo karena pengaruh kharismatik Reskan. Pertarungan di lini grassroot, petahana hanya mampu menyerempet tipis di sekeliling pemerintahan desa, sementara Bowo mampu merangkul kalangan pengusaha tani hingga level gembala ternak dan buruh tani.[im]