Disekap dan Digagahi Pecandu Sabu, Mantan Karyawati Salon Lapor Polisi

by -312 views
Korban Kekerasan Seksual
Korban kekerasan seksual (kiri) didampingi neneknya.

OKI | KEJORATIMES.COM Apes dialami Ayu, bukan nama sebenarnya, warga Sialang Tengah Blok A, Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, hingga hampir genap tiga pekan kasus kekerasan seksual yang dialaminya belum tertangani.

Gadis berusia 19 tahun ini memaparkan, kekerasan seksual tersebut terjadi saat dirinya disekap seorang pecandu Narkoba dalam kamar sebuah hotel di Tugu Mulyo, Lempuing Jaya, selama tiga hari, mulai Rabu (1/1/2020) malam.

Ayu tidak menampik bahwa antara dirinya dengan pelaku SK memang ada hubungan asmara, khususnya sejak bekerja di sebuah salon kecantikan di Pasar Seberuk, rentang 15 September hingga 11 November 2019.

Saat masih di salon, Ayu mengisahkan, tak jarang sepulang kerja SK mengantarnya pulang ke rumah yang berjarak hanya sekitar satu kilometer.

“Tahun baru (Rabu-red), saya ditelpon SK. Disuruh datang ke rumahnya. Terus saya nekat gak pamit (Ayu tinggal serumah dengan neneknya-red) jam 4 sore numpang orang gak dikenal ke rumah SK. Disambut ramah sama SK, orangtuanya ada semua, ada juga temannya cewek-cowok. Terus, saya ngobrol sama bapak-ibunya,” bebernya kepada para awak media, Selasa (21/1) pagi.

Waktu terus berlalu, sekitar pukul 20.00 WIB, SK mengajak Ayu ke sebuah hotel di wilayah Tugu Mulyo. Menurut Ayu, kala itu tanpa kompromi SK langsung menemui pegawai hotel meminta kunci kamar. Mereka berdua kemudian menuju kamar nomor 15.

“Masuk bareng-bareng. Mulanya dia cium, terus perasaan saya takut. Terus dia langsung melakuin apa saja, tapi apalah daya (tetap tidak kuasa melawan-red),” ungkapnya.

Ayu melanjutkan, usai SK melampiaskan nafsunya, mereka berdua tertidur sejenak. Terbangun kembali saat SK ajak mengulangi perbuatan mesumnya. Ayu coba mengelak dengan menanyakan bagaimana kalau nanti hamil. Tapi tidak mempan, Ayu kembali disetubuhi.

“Dia (SK-red) keluar kamar siangnya. Saya dilarang keluar, pintu dikunci dari luar. Makan minum dia yang antar ke kamar. Keluar masuk SK dari kamar menikmati tubuh saya. Uang saya 850 ribu diambilnya untuk bayar hotel, dan katanya juga untuk beli miras dan sabu dengan teman-temannya di luar hotel,” aku Ayu.

Tiga malam berlalu dalam sekapan Sang Kekasih, Sabtu (4/1) dinihari, Ayu memberanikan diri menolak ajakan SK menambah jumlah dosa di atas ranjang, karena merasa tubuh mungilnya sudah remuk redam. SK naik pitam, Ayu digampar, tangannya dipelintir dan leher dicekik pelaku.

Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, sebelum menitipkan Ayu pulang menggunakan mobil travel, SK mengulang pernyataan —sama sewaktu mengamuk di kamar hotel— bahwa hubungan mereka berdua putus, tidak ada hubungan apa-apa lagi. “Jangan bilang-bilang embah ya! Awas, jangan bilang siapa-siapa,” kenang Ayu menirukan nada ancaman SK.