BPJS Dilarang Pulangkan Pasien Sebelum Sembuh

by -43 views
Gubernur Rohidin memimpin Rakor pemanfaatan dana pajak rokok tahun 2019, Rabu (6/11).

BENGKULU | KEJORATIMES.COM Memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dana pajak rokok tahun 2019, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyoroti kenaikan iuran BPJS hingga 100 persen. Menurutnya, kenaikan ini harus diiringi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Rohidin mengungkapkan beberapa keluhan masyarakat kepada dirinya, bahwa pasien harus pulang padahal kondisinya belum memungkinkan pulang.

“Selama ini ada keluhan, kata orang baru empat hari disuruh pulang karena sudah tidak bisa lagi. Baru nanti masuk lagi. Yang itu yang kita clear-kan dengan pihak BPJS,” ungkapnya, Rabu (6/11/2019).

Rohidin menegaskan, melalui pertemuan ini tidak ada lagi pembatasan layanan kesehatan, karena setiap penyakit yang ditangani BPJS akan dilayani sampai tuntas.

“Selain itu, tidak ada lagi pembelian obat di luar. Kalaupun harus membeli di luar, karena tidak tersedia di rumah sakit, maka harus dilakukan penggantian (biaya pembelian-red) oleh rumah sakit,” timpalnya.

Terkait dana pajak rokok tahun 2019, Rohidin mengarahkan dana itu digunakan menanggulangi tunggakan peserta BPJS se-Provinsi Bengkulu, yakni sekitar 170 ribuan peserta.

“Untuk pelayanan kesehatan yaitu BPJS, nilainya kurang lebih 12 miliar. Tahun 2020 nanti kita alokasikan untuk bagaimana menutupi kepesertaan BPJS yang selama ini ada penunggakan. Nah, ini kita support,” pungkasnya.[fas]